Jumat, 15 September 2017

PKK LAMPUNG DAY, Mengunjungi Kota Lampung Sampai Mencari Ilmu Dalam Kegiatan Praktek Komunikasi.!


Sukses adalah jalan yg ingin diraih semua orang, ya begitulah kehidupan nyata. siapa yg tidak ingin sukses,kaya dan dihormati orang.
Ada banyak cara dan jalan untuk mencapai kesuksesan itu, yg utama adalah berusaha dan melalui sekolah juga kita dapat mencapai-nya.
Kali ini saya akan menceritahkan sedikit pengalaman saya saat mencari ilmu di bangku kuliah lewat praktek kerja lapangan yg bertujuan dari palembang ke lampung.
Minggu pagi sekitar jam 7.00 WIB kami berkumpul di kampus untuk pergi ke kota lampung untuk melaksanakan kegiatan praktek kerja komunikasi, setelah semua mahasiswa sudah berkumpul kami langsung melaksanakan perjalan Palembang-Lampung dengan menggunakan 2 Bus Pariwisata.
Suasana dalam Bus emang sangat menyenangkan, berawal dari kami bisa bercerita satu sama lain, dan bernyanyi bersama. Perjalan yg panjang-pun kami tempuh dengan cukup jauh, karena lampung cukup jauh dari palembang dan memakan waktu sekitar 11 Jam ditambah Istirahat makan.
Malam hari sekitar Jam 22.00 WIB kami-pun sampai ditempat penginapan yg di sediahkan,
setelah sampai ditempat penginapan kami beristirahat karena keesokan pagi-nya kami akan melaksanakan kegiatan kunjungan kampus UNILA yg berada di Kota Bandar Lampung.
Pagi hari telah tiba, kami bergegas mandi dan berpaikan rapi lalu sarapan pagi dan setelah itu kami kembali diajakan naik ke BUS untuk berkunjung kekampus UNILA, untuk berkunjung ke rana KOMUNIKASI di salah satu jurusan yg ada di Kampus UNILA.
Sesampai di UNILA kami langsung disambut dengan baik oleh pihak kampus UNILA, dan diajak ke salah satu aula jurusan komunikasi untuk mendengarkan paparan komunikasi dan sharinglah bisa dikatakan tentang Ilmu Komunikasi, banyak sekali yg bisa kami dapatkan dalam kegiatan ini, Gak sia-sia perjalanan yg jauh namun hasil-nya jelas dan nyata.
Setelah dari kegiatan kunjungan UNILA kamipun kembali berkumpul untuk makan siang lalu melaksanakan kegiatan kunjungan ke salah satu RADAR TV yg ada di Kota Bandar Lampung juga dan setelah itu kembali berkunjung ke salah satu Radio Andalas yg gak jauh dari RADAR TV. 
Acara Kunjungan berakhir di sore menjelang malam hari, kami kembali pulang ke penginapan yg berada di depan rumah dinas kantor Gubernur Lampung.
Setelah sampai ke penginapan, kami beristirahat dulu karena ke esokan hari-nya masih ada kegiatan santai seperti anak pantai, sekalian refresing otak, saat itu adalah saat ditunggu tunggu.
Pagi-pun telah tiba, banyak sekali kawan-kawan yg semangat di hari ini, dimana hari santai dan hari terakhir di Kota Bandar Lampung. kami bergegas sarapan pagi dan langsung naik ke BUS untuk kembali melaksanakan kegiatan santai/refresing otak ke salah satu pulau dan pantai yg berada di Kota Bandar Lampung, perjalanan ke pulau pun cukup menyenangkan, mulai dari naik perahu yg lumayan besar untuk menyebrang sampai tiba di pinggiran laut.
Setelah sampai di pinggiran laut kami pun mandi dan berenang bersama dan menjajal laut yg air-ny lumayan masin ini sampai kedinginan, setelah itu kami kembali melanjutkan makan siang dan langsung menuju pulau yg ada sedikit pantai dan berfoto-foto untuk kenangan yg akan di bawah saat pulang ke kota palembang.
Sore pun menjelang, Kami bergegas meninggalkan pulau dan pantai lalu kembali ke penginapan untuk beristirahat dan beres-beres barang, karena besok kami akan pulang ke palembang.
Hari pulang kepalembang telah tiba. kami semua pergi meninggalkan penginapan dan naik ke BUS dan langsung menuju Kota Palembang dengan perjalan yg lumayan panjang lagi.
Sebelum berjalan yg begitu panjang, kami kembali diajak mampir sejenak di salah satu Museum yg tertua di Kota Lampung, karena bukti nyata sejarah kita harus tau dan mengingat jelas hal itu.
Sejenak saja masuk dan mencari informasi, lalu kami kembali ke BUS meninggalkan Museum Lampung dan langsung menuju Kota Palembang dengan santai tanpa beban lagi.
Malam hari-pun kami tiba sampai selamat  ke keluarga masing-masing dan kembali ke aktivitas masing masing.
Bagi saya pengalaman itu sangat berarti. walaupun perjalanan Lampung ini baru satu kali tapi tidak terasa membosankan karena kekompakan Kawan-Kawan sangat jelas dan nyata, dan cara menikmati-nya dengan rasa syukur yg begitu nyata dan ikhlas.


Jumat, 25 Agustus 2017

Kegiatan KKN Sts Candradimuka

Pengecetan kampung warna-warni bercorak sungai musi di daerah seberang ulu, khusus ny di kelurahan 7 ulu palembang. melibatkan saya dan kawan-kawan sebagai mahasiswa dari stisipol candradimuka untuk langsung terjun kelapangan kegiatan ini menyangkut Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan mendapatkan dukungan dari wawako palembang dan PT Propan sebagai produsen cat.

Kegiatan ini dimulai dari tgl 15 agustus dan berakhir sampai tgl 31 agustus,  sebagai mahasiswa kami berupaya memberikan yg terbaik kepada masyarakat dan mengajak masyarakat juga agar kegiatan ini berjalan dengan lancar juga tepat.

Kampung warna-warni kami harapkan meningkatkan daya tarik Kota Palembang yang memiliki kekhasan sebagai kota yang dibelah Sungai Musi.

Kini kota Palembang memiliki potensi luar biasa karena merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dan memiliki beragam jenis wisata, seperti kuliner, belanja, religi, sejarah, dan alam.

Selasa, 24 November 2015

MAKALAH TEORI KOMUNIKASI
“ DEKODING”

OLEH:
  Nama:Samuel Sondang Raya Siagian
  Npm:01-14-092
  Jurusan:Ilmu Komunikasi
  Kelas:Reguler Sore
  Semester: 3
  Mata Kuliah:Teori Komunikasi
  Nama Dosen:Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A

BAB 1 PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Komunikasi adalah hubungan interaksi antara manusia, baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak disadari komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, paling tidak sejak ia dilahirkan sudah berhubungan dengan lingkungannya.
Hegemoni dan hegemoni tandingan tidak akan ada tanpa adanya kemampuan khalayak untuk menerima pesan dan membandingkan pesan tersebut dengan makna yang sebelumnya telah disimpan di dalam ingatan mereka, proses inilah yang disebut dengan dekoding. Ketika menerima pesan dari pihak lain kita harus melakukan decoding terhadap pesan itu berdasarkan persepsi,pemikiran,dan pengalaman masa lalu.

RUMUSAN KARYA TULIS
Agar dalam pembuatan makalah ini tidak terlalu sulit maka dirumuskan masalah yaitu sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan Dekoding?
 Kemampuan khalayak untuk menerima pesan dan membandingkan pesan tersebut dengan makna yang sebelumnya telah disimpan di dalam ingatan mereka, proses inilah yang disebut dengan dekoding. Ketika menerima pesan dari pihak lain kita harus melakukan decoding terhadap pesan itu berdasarkan persepsi,pemikiran,dan pengalaman masa lalu.
2.      Mengenai tentang decoding dan contoh-nya?
Individu yang menerima pesan iklan dari media massa yang menawarkan suatu produk maka ia akan menghubungkan pesan iklan itu dengan berbagai produk maka ia akan menghubungkan pesan iklan itu dengan berbgai perilaku mentalnya, contoh keingan-nya untuk membeli produk tersebut, percakapan dengan mereka yang telah membeli, pengetahuan-nya terhadap produk, dan fakta bahwa ia mungkin belum pernah memiliki produk itu.
3.      Posisi - Posisi khalayak melakukan dekoding?
Ada 3 posisi menurut Hall: posisi hegemoni dominan,posisi negosiasi, dan posisi oposisi.
-Posisi Hegemoni Dominan(dominant hegemonic position).
Sebagai situasi dimana media menyampaikan pesan, khalayak menerimanya, apa yang disampaikan media secara kebetulan juga disukai khalayak.
-Posisi Negosiasi(negotiated position).
Posisi dimana khalayak secara umum menerima ideology dominan namun menolak penerapannya dalam kasus-kasus tertentu.
-Posisi Oposisi (oppositional position).
Cara terakhir yang dilakukan khalayak dalam melakukan decoding terhadap pesan media adalah melalui oposisi yang terjadi ketika khalayak audiensi yang kritis mengganti atau mengubah pesan atau kode disampaikan media dengan pesan atau kode alternatif.

TUJUAN
1.      Memenuhi Tugas Mid Semester
2.      Menambah Pengetahuan Mengenai Teori Dalam Komunikasi
3.      Mengetahui dan memahami teori-teori komunikasi terutama Dekoding

BAB 2 TEORI
                Hegemoni dan hegemoni tandingan tidak akan ada tanpa adanya kemampuan khalayak untuk menerima pesan dan membandingkan pesan tersebut dengan makna yang sebelumnya telah disimpan di dalam ingatan mereka, proses inilah yang disebut dengan dekoding. Ketika menerima pesan dari pihak lain kita harus melakukan decoding terhadap pesan itu berdasarkan persepsi,pemikiran,dan pengalaman masa lalu.
                Individu yang menerima pesan iklan dari media massa yang menawarkan suatu produk maka ia akan menghubungkan pesan iklan itu dengan berbagai perilaku mentalnya seperti keinginan-nya untuk membeli produk tersebut, percakapan yang dilakukan-nya dengan mereka yang telah membeli, pengetahuan-nya terhadap produk, dan fakta bahwa ia mungkin belum pernah memiliki dan menggunakan informasi itu kembali ketika ia berbicara dengan orang lain mengenai produk tersebut. Semua-nya dilakukan dengan cepat dan ia akan segera membuat keputusan mengenai bagaimana menafsirkan pesan ketika ia harus membahas hal yang sama.
Proses decoding pesan media merupakan hal yang penting bagi studi cultural. Kita telah mengetahui bahwa masyarakat menerima informasi dalam jumlah besar dari kelompok eliti masyrakat yaitu media, dan khalayak secara tidak sadar menerima, menyetujui, atau mendukung apa yang dikemukakan ideology dominan. Para ahli teori cultural berpandangan bahwa masyarakat harus dilihat sebagai bagian dari konteks yang lebih besar, salah satu-nya adalah mereka yang tidak terdengar suara-nya karena tertekan oleh pandangan dominan.
Berbagai hubungan sosial secara hierarkis berada dalam masyrakat yang tidak imbang yang menghasilkan situasi di mana mereka berada pada kelas sosial rendah harus menerima pesan dari mereka yang berada pada kelas sosial yang lebih tinggi. Media melakukan control terhadap isi pesan dengan melakukan encoding terhadap pesan. Sebagaimana dikemukan becker, untuk dapar dimengerti maka isi media harus diubah kedalam bentuk-bentuk simbolis. Komunikator memiliki pilihan terhadap sejumlah kode dan symbol yang akan memengaruhi makna isi pesan bagi penerima-nya. Karena kode,symbol dan bahasa, sadar atau tidak sadar, juga menjadi pilihan terhadap ideology. Misalnya, seorang perancang iklan televisi secara cermat merancang iklan untuk menciptakan gambaran atau citra tertentu untuk mempromosikan atau menjual suatu produk, begitu pula program televise seperti berita atau komedi.
  Menurut Hall, khalayak melakukan decoding terhadap pesan media melalui tiga kemungkinan posisi yaitu:
 1) posisi hegemoni dominan;
 2) negosiasi;
 3)oposisi.
Posisi hegemoni dominan, Hall menjelaskan:
 1) hegemoni dominan sebagai situasi dimana (media menyampaikan pesan, khalayak menerimanya. Apa yang disampaikan media secara kebetulan juga disukai khalayak). Ini adalah situasi dimana media menyampaikan pesannya dengan menggunakan kode budaya dominan dalam msyarakat;
2) Posisi Negosiasi. Dimana khalayak secara umum menerima ideologi dominan namun menolak penerapannya dalam kasus-kasus tertentu. Sebagaimana dikemukakan Hall, dalam hal ini khalayak bersedia menerima ideology dominan yang bersifat umum, namun mereka akan melakukan beberapa pengecualian dalam penerapannya yang disesuiakan dengan aturan budaya setempat;
 3) Posisi Oposisi. Cara terakhir yang dilakukan khalayak dalam melakukan dekoding tehadap pesan media adalah melalui “Oposisi” yang terjadi ketika khalayak audiensi yang kritis mengganti atau mengubha pesan atau kode yang sampaikan media dengan pesan atau kode alternatif.
            Hall meneriama fakta bahwa media membingkai pesan dengan maksud tersembunyi yaitu untuk membujuk, namun demikian khalaya juga memilki kemampuan untuk menghindari diri dari kemungkinan tertelan oleh ideology dominan, namun seringkali bujukan pesan yang diterima khalayak bersifat sangat halus.

BAB 3 PEMBAHASAN ISI
1.       PROFIL OBJEK ANALISIS
Decoding” adalah kegiatan dalam komunikasi yang dilaksanakan oleh penerima (audience, murid), dimana penerima berusaha menangkap makna pesan yang disampaikan melalui lambang-lambang oleh sumber melalui kegiatan encoding. Seperti telah dikemukakan Hall bahwa kagiatan “decoding” ini sangat ditentukan oleh keadaan medan pengalaman penerima sendiri. Keberhasilan penerima di dalam proses “decoding” ini sangat ditentukan oleh kepiawaian sumber di dalam proses “encoding” yang dilakukan, yaitu di dalam memahami latar belakang pengalaman, kemampuan, kecerdasan, minat dan lain-lain dari penerima. Adalah sama sekali keliru apabila di dalam proses komunikasi sumber melakukan proses “encoding” berdasarkan pada kemauan dan pertimbangan pribadi tanpa memperhatikan hal-hal yang terdapat pada diri penerima seperti yang sudah disebutkan di atas, yang dalam hal ini terutama adalah medan pengalaman mereka.

2.       PENERAPAN TEORI TERHADAP OBJEK
Encoding dan Decoding Wacana Televisi
Dalam model televisual dari Hall, sirkulasi makna dalam wacana televisual melewati tiga momenyang berbeda, masing-masing memiliki kondisi eksistensi dan modalitasnya yang spesifik. Pertama, para professional media memaknai wacana televisual dengan suatu laporan khusus merekatentang, misalnya sebuah peristiwa sosial yang mentah. Pada momen dalam sirkuit ini serangkaian cara melihat dunia(ideologi-ideologi) berada dalam kekuasaan.
Pada moment kedua, segara sesudah makna dan pesan berada pada wacana yang bermakna, yakni segera sesudah makna dan pesan itu mengambil bentuk wacana televisual, aturan formal bahasa dan wacana bebas dikendalikan, suatu pesan kini terbuka, misalnya bagi permainan polisemi.
Pada momen yang ketiga, momen decoding yang dilakukan oleh khalayak, serangkaian cara lain untuk melihat dunia (ideologi) bisa dengan bebas dilakukan. Seorang khalayak tidak dihadapkan pada peristiwa sosial mentah melainkan dengan terjemahan diskursif dari suatu peristiwa. Jika peristiwa itu bermakna bagi khalayak pastilah peristiwa itu menyertakan interpretasi dan pemahaman terhadap wacana. Jika tidak ada makna yang diambil maka boleh jadi tidak ada konsumsi.
Dengan kata lain, makna dan pesan tidak sewkedar ditrasmisikan, keduanya senantiasa diproduksi. Pertama oleh sang pelaku encoding bahan mentah kehidupan sehari-hari oleh khalayak dalam kaitannya dengan lokasinya pada wacana-wacana lainnya. Setiap moment itu pasti beroperasi dalam kondisi produksinya sendiri. Selain itu sebagaimana dijabarkan hall, momenencoding dan decoding mungkin tidak benar-benar simetris. Tidak ada yang senatiasa berkenaan dengan hasil dari proses apa yang dimaksudkan dan apa yang diterima boleh jadi tidak klop. Para professional median mungkin menginginkan decoding sama dengan encoding, namu mereka tidakbisa menjamin atau memastikan hal ini. Encoding dan decoding terbuka bagi resiprositas yang berubah-ubah, ditentukan oleh eksisitensi berbeda. Senantiasa ada kemungkinan dan kesalahpahaman.
Kesalahpahaman kedua inilah yang menarik hall, menyitir karya sosiolog Frank Parkin (1971), ia menyarankan tiga posisi hipotesis yang dari situ decoding terhadap wacana televisual bisa dibangun. Posisi pertama ia sebut dengan posisi dominan-hegemonik. Posisi ini terjadi tatkala pemirsa memetik makna yang dikonotasikan dari katakanlah siaran televisi atau program peristiwa aktual secara penuh dan apa adanya, dan mendecoding pesan berdasarkan kode acuan dimana ia di enciding, kita bisa mangatakan bahwa penirsa beroperasi di dalam kode dominan. Mendecoding wacana televisi dengan cara ini berarti berada dalam harmoni dengan kode profesional broadcaster.
Posisi decoding kedua adalah kode atau posisi yang dinegosiasikan. Ini kemungkinan merupakan posisi mayoritas. Posisi ketiga yang diidentifikasikan hall adalah kode oposisional. Ini merupaka posisi yang diduduki oleh pemirsa yang mengakui kode wacana televisual yang disampaikan, tetapi memutuskan untuk melakukan decodiing dalam sebuah kerangka acuan alternatif.                                                           
3.       RANGKUMAN ANALISIS
Morley memberikan sebuah rangkuman dan klarifikasi yang berguna tentang pemahamannya sendiri terhadap model decoding hall sebagai berikut:
1.       Produksi pesan penuh makna dalam wacana televisi senantiasa merupaka pekerjaan problematis. Peristiwa yang sama bisa diencoding melalui lebih dari astu macam cara. Sehingga kajian TV disini berkenaan dengan bagaimana dan mengapa struktur dan praktik produksi tertentu cenderung menghasilkan pesan tertentu, yang mewujudkan maknanya dalam bentu-bentuk tertentu dan berulang.
2.       Pesan dalam komunikasi sosial selalu bersifat kompleks dalam hal stuktur dan bentuk. Ia senantiasa memuat lebih dari satu pembacaan potensial. Pesan menawarkan dan menganjurkan pembacaan tertentu atas pembacaan lainnya, namun pesan tidak pernah bisa menjadi sama sekali tertutup disekitar satu pembacaan. Pesan tetap bersifat polisemik.
3.       Aktivitas memetik makna dari pesan juga merupakan sebuah praktik yang problematis, betapapun transparan dan natural tampaknya aktivita itu. Pesan meng-encoding satu car bisa senantiasa dibaca dengan cara yang berbeda.

BAB 4 PENUTUP
KESIMPULAN
Dapat saya simpulkan dekoding adalah kegiatan menerima pesan atau menyampaikan gagasan (informasi, saran, permintaan.) yang ingin disampikan kepada penerima dengan maksud tertentu. Untuk itu dia menterjemahkan gagasan tersebut  menjadi simbol-simbol (proses encoding) yang selanjutnya disebut pesan (message). Pesan tersebut disampaikan melalui saluran (channel) tertentu misalnya dengan bertatap muka langsung, telepon, surat, dst. Setelah pesan sampai pada penerima, selanjutnya terjadi proses decoding, yaitu menafsirkan pesan tersebut. Setelah itu terjadilah respon pada penerima pesan. Respon tertuju pada pengirim pesan. Komunikasi sebagai proses dapat divisualisasikan dalam bentuk bagan sebagai berikut.

DAFTAR PUSTAKA
http://hendradinatha.blogspot.co.id/2015/01/bab-11-media-dan-budaya-dekoding-normal.html














Selasa, 12 Mei 2015

5 Goes To Media, STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG

      Museum Balaputra Dewa

 A.   Sejarah berdirinya Museum Balaputera Dewa
Balaputra dewa sendiri adalah nama seorang raja dari Kerajaan Sriwijaya.  Balaputra dewa memerintah pada abad VIII-IX masehi.  Balaputra dewa adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Sriwijaya karena di masa pemerintahan beliaulah Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya sebagai sebuah Kerajaan Maritime yang berkuasa hampir diseluruh Nusantara hingga mencapai Thailand, India, Filipina dan China.
            Memasuki pintu depan museum Balaputradewa kita akan langsung disuguhi dengan gambar atau relief kehidupan masyarakat Palembang yang dipanjang persis di depan dinding ruang masuk museum.  Relief kehidupan masyarakat Palembang tersebut menceritakan ada putri Palembang sedang menari Gending Sriwijaya yaitu tarian khas Palembang yang sering ditampilkan untuk menyambut tamu, tari Gending Sriwijaya sendiri pertama kali diperkenalkan pada 12 Agustus 1945.  Kemudian pada relief ada pula rumah Bari yaitu rumah lama khas Palembang.  Ada pula gambar rumah Limas yaitu rumah adat Palembang dimana di atasnya ada ornament tanduk kambing. 
           
   B.    Beberapa Contoh Koleksi Museum Balaputra Dewa
1.   Lesung Batu
Lesung Batu merupakan salah satu peninggalan megalitik, ditemukan di pagaralam, sumatera selatan. Benda seperti ini banyak ditemukan di situs-situs pagaralam dan lahat. Bentuk lesung batu umumnya memanjang dengan kedalaman lebih kecil dibandingkan dengan ukuran panjangnya. Pembuatannya dengan cara melubangi bagian tengah monolit ( satu batu utuh) dan meninggalkan sedikit di menumbuk biji-bijian, seperti padi atau jagung. Di lesung batu juga digunakan sebagai sarana pemujaan atau symbol kesuburan.
2.    Kerangka Manusia
Benda ini merupakan sisa-sisa tulang manusia yang diduga hidup pada masa berburu dan mengumpulkan tingkat lanjut. Pada masa ini mereka memilih gua-gua sebagai tempat tinggal. Fragmen tulang manusia ini di temukan di Desa Padang Bindu, Gua Pondok Salabe, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan
3.Kepala Arca MegalitTanpa Tutup Kepala
               Perwujudan Arca ini memperlihatkan tipe masyarakat dari ras negrid. Secara keseluruhan gaya pahatannya bersifat statis dan oleh para ahli dimasukan ke dalam kelompok pengarcaan tipe primitive.  
4. Kepala Arca Megalit Pakai Tutup Kepala
           Perwujudan kepala arca ini menampilkan keperkasaan yang diperlihatkan oleh ekspresi wajah yang kuat, gambaran seorang prajurit.
     
Bukit Siguntang.
       Bukit Siguntang sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sudah menjadi tempat yang sakral dan keramat.  Bukit Siguntang adalah sebuah tempat bersejarah dimana di sini dahulu merupakan tempat ibadah di zaman Kerajaan Sriwijaya.   Sepanjang mata memandang, saat memasuki tempat ini, terlihat pohon rindang dan kursi serta gazebo yang dibangun di sekeliling bukit.  Bukit Siguntang dijadikan tempat sembayang untuk penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa saat zaman Kerajaan Sriwijaya, dengan bukti ditemukannya patung Budha di bukit tersebut yang.  Kemudian saat runtuhnya Kerajaan Sriwijaya di abad 13 lalu muncul Kerajaan Palembang Darusalam, tempat ini (Bukit Siguntang) masih menjadi tempat yang sangat keramat karena sering dikunjungi oleh raja-raja Palembang dahulu sebagai tempat pertapaan atau semedi untuk menenangkan pikiran agar bisa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa Sang Pencipta Kehidupan.
Disini kami berkunjung dan menyantap makan siang bersama-sama, salah satu kebersamaan kelas regular sore yang indah ketika dilakukan bersama-sama seperti ini.

PUNTI KAYU
Punti Kayu, adalah satu-satunya taman wisata alam  yang  menyajikan beberapa hiburan bernuansa hutan wisata untuk melengkapi wisata di kota Palembang. Dengan  Luas sekitar 50 hektar, dulunya ditetapkan sebagai hutan lindung, dan sekarang sudah menjadi objek wisata terbuka.
Punti Kayu, berlokasi di Jl. Kol.H.Burlian, kecamatan Sukarami Palembang. Berjarak sekitar 7 km dari pusat kota. Akses menuju ketempat ini, jika dari pusat kota/ Ampera, jalan lurus melalui Jl. Jend.Sudirman sampai ke KM 7. Jika menggunakan angkutan umum, naik angkot KM 5 yang lebih akrab disebut angkot ‘palimo’ (berwarna merah) dari pusat kota, turun di pasar palimo. Dilanjutkan dengan naik angkot jurusan talang betutu (warna krem) dan berhenti di depan Punti Kayu.
Sedikit pengalaman saya disini mengetahui akan indahnya hutan jika di jadikan tempat wisata dan terus di lestarikan, dari generasi ke geranasi lain.
Percetakan Sumatera Ekspress
Saat tiba Di Gedung Sumatera Ekspress kami disambut langung  oleh bapak Anton Narasoma yang merupakan wartawan senior di Harian Pagi Sumatera Eskpres, beliau dengan senang hati menyambut kedatangan kami. Kami mendapatkan ilmu yang sangat menambahkan wawasan kami tentang seputar dunia jurnalistik, bagaimana cara mendapatkan berita dan mengolah berita tersebut agar menjadi berita yang cerdas dan mempunyai daya tarik bagi masyarakat yang membaca nya dan  bagaimana proses koran tersebut bisa sampai ketangan masyarakat.
Sebelum koran sampai ketangan masyarakat ternyata banyak proses yang harus di lalui,pertama mulai dari pengumpulan data kemudian editing dan akhirnya kepercetakan. Berita yang ingin disampaikan kepada masyarakat adalah  berita yang benar-benar fakta bukan fiksi.

Bapak Anton Narasoma juga bercerita menambahkan bahwa Sumeks ini berdiri sejak 18 February 1960 dan sampai sekarang SUMEKS dipercaya oleh masyarakat Sumatera Selatan .
Tak hanya itu, kami juga di berikan motivasi agar selalu semangat dalam meraih cita- cita kami dan selalu semangat dalam melakukan segala hal. Kunjungan ini terasa sangat bersahabat, jadi kami para mahasiswa-mahasiswi bisa sharing mengenai proses percetakan, selain itu kami di ajak ke ruangan percetakan yang di pimpin langung oleh pak Anton dan pak Anton juga bercerita bahwa ternyata koran dicetak pada saat malam hari bukan siang atau pagi. “Waw, jadi harus punya tenaga yang ekstra ya”.
Pokoknya seru sekali kunjungan STISIPOL CANDRADIMUKA kali ini, semoga suatu saat nanti bisa berkunjung kesini lagi, Itulah sedikit cerita seru dari saya sebagai salah satu mahasiswa STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG.

Al Quran Al Akbar Gandus.
Al Quran Raksasa berhasil dipahat/diukir ala khas Palembang dalam lembar kayu dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu tembesu dengan biaya tidak kurang Rp 2 miliar, dimana masing-masing lembar ukuran halamannya 177 x 140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter.
Anda juga dapat mengunjungi ruang pamer Al Quran Raksasa yang dinamai Al Quran Al Akbar ini di kompleks Pondok Pesantren IGM di kawasan Gandus setiap hari pada pukul 09.00-17.00, tepatnya di daerah Suak Bujang  kecamatan Gandus Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Lebih jelasnya anda dapat melihat pemukiman di bawah jembatan Musi II yang membentang sungai Musi Palembang. Ujung jembatan tersebut sudah merupakan wilayah kawasan Gandus, silahkan lihat GPS atau bertanya pada penduduk sekitar.

Senin, 01 Desember 2014

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

Pengantar ilmu komunikasi adalah untuk mengetahui begitu penting nya setiap manusia untuk berkomunikasi, maka komunikasi sangat perlu untuk di pelajari :

Pertama  : komunikasi yang baik dengan orang lain akan membantu seseorang mempermudah mendapat rejeki,sahabat dan pelanggan.
Kedua      : untuk mengenal etika dalam berkomunikasi
Ketiga     : dengan teori dan praktek yang baik seseorang dapat bekerja dengan terampil dan profesional dalam mengerjakan tugas yang diemban.
Keempat  : dalam perkembangan teknologi dapat memaksa orang untuk mengenal(communication skill) karena kemampuan berkomunikasi media komputer dan menguasai bahasa asing sangat diperlukan dalam dunia kerja.

Komunikasi sebagai ilmu, seni dan lapangan kerja sebagai seni komunikasi memiliki :
1.      Nilai estetika dalam praktek komunikasi seperti penulisan berita dan novel.
2.       Funsi hiburan (televisi, baca surat kabar dll)

RUANG LINGKUP, PENGERTIAN DAN UNSUR KOMUNIKASI
Ruang lingkup yang dimaksud disini adalah ruang lingkup komunikasi antar manusia. Komunikasi yang menggambarkan bagaimana menyampaikan sesuatu lewat bahasa/simbol tertentu.

          Pengertian komunikasi,banyak pakar dalam mengertikan komunikasi dengan definisi yang berbeda-beda,contoh dari pakar psikologi melihat hubungan sebab akibat komunikasi dalam hubungan dengan individu.dan dari pakar antropologi melihat  dari bagai mana di gunakan dalam konteks masyarakat dan budaya.

Unsur-unsur komunikasi,proses komunikasi tidak akan bisa langsung tanpa dukungan oleh unsur-unsur pengirm, pesan, saluran/media, penerima dan akibat pengaruh. Komunikasi dapat diartikan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk mempengaruhi pengetahuan atau prilaku seseorang. Unsur dari komunikasi antara lain  sumber, pesan, media, penerima, efek dan timbal balik.


TIPE KOMUNIKASI

Tipe komunikasi terdiri dari 4 macam :
1.       Komunikasi dengan diri sendiri
2.       Komunikasi antar pribadi
3.       Komunikasi publik
4.       Komunikasi massa

Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi dalam individu, contoh: saat kita mengambil keputusan ya atau tidak,yang dapat merugikan diri sendiri atau tidak, di saat itulah manusia berkomunikasi dengan diri sendiri.

Komunikasi antar pribadi adalah proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

komunikasi publik menunjukan suatu proses komunikasi yang di mana pesan yang di sampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khalayak yang lebih besar.Komunikasi publik biasanya di sebut komunikasi pidato,kolektif,retorika publik speaking dan komunikasi khalayak.

Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang di sampaikan melalui media atau sumber yang melembaga melalui alat-alat yang bersifat mekanis,seperti: telepisi,radio,surat kabar, dan film

MODEL KOMUNIKASI
Model adalah sebuah gambaran yang sistematis dan abstrak atau pun juga model adalah sebuah cara untuk menunjukan sebuah objek.

Ada tiga model yang perlu diketahui :
1.       Model analisis dasar komunikasi
2.       Model proses komunikasi
3.       Model komunikasi partisipasi

DIMENSI DAN PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI
Komunikasi dapat di lihat dari berbagai dimensi, yakni komunikasi sebagai proses, simbolik,                     sistem, aksi, aktivitas sosial dan multi dimensional.
Komuniaksi sebagai proses adalah sesuatu kegiatan berlangsung secara dinamis.
Komunikasi sebagai simbolik adalah lambang-lambang yang di gunakan dalam                                          berkomunikasi.Simbol di nyatakan dalam dinyatakan dalam bentuk lisan atau tertulis(verbal) dan (nonverbal).

Komunikasi sebagai sistem adalah komunikasi yang memerlukan sifat yang sistematik, yakni          menyeluruh, saling bergantung, berurutan, mengontrol dirinya, seimbang, berubah, adaptif dan memiliki tujuan.

Komunikasi sebagai aksi adalah merupakan sebuah tindakan yang dilakukan seseorang dan ketika dia berhubungan dengan orang lain, maka dia melakukan interaksi.

Komunikasi sebagai aktipitas sosial adalah tidak saja menjadi jembatan untuk pengambil kebijakan ditingkat pemerintah, tetapi juga dalam tataran yang lebih rendah pada tingkat akar rumput (garssroot) menjadi kebutuhan para anggota masyarakat dengan membicarakan berbagai permasalahan, mulai dari masalah kehidupan sehari-hari sampai kepada hal-hal yang diluar lingkungan sosialnya.

Komunikasi sebagai multidimensional, yakni dibangun lebih dari satu hubungan yaitu satu elemen dapat memiliki empat keterkaitan dengan elemen lainnya.

FUNGSI KOMUNIKASI

Harold D.lasswell mengemukakan bahwa fungsi komunikasi antara lain manusia dapat mengontrol lingkungan, beradaptasi di tempat lingkungan dia berada dan melakukan transformasi warisan sosial kepada generasi berikutnya.

Fungsi komunikasi itu sendiri juga dapat ditelusuri dari tipe komunikasi itu sendiri, yang terdapat pada pembahasan diatas pada tipe komunikasi diri sendiri, antar pribadi, publik dan komunikasi massa.

KOMUNIKASI SEBAGAI ILMU YANG MULTI DISIPLIN.

Komunikasi dinilai oleh banyak orang sebagao ilmu yang monodisiplin yang berinduk pada ilmu politik. Pengertian monodisiplin disini adalah melihat kedudukan ilmu itu berdiri sendiri dengan cirinya sendiri seperti hal nya ilmu teknik, kimia, sastra, pertanian. Komunikasi yang multidisiplin sejak dulu telah dikembangkan oleh banyak ilmu yang berasal dari luar bidang komunikasi.Beberapa di antaranya yakni John Dewey, Charles Horton Cooley, Robert Park, George H. Mead Kurt Lewin, Nobert Weiner, Laswell, Hopland, Lazar Sfeld, Schramm dan Rogers. Parah ahli ini telah mengembangkan pemikiran nya dari berbagai hasil penelitian dan kajian dalam bentuk konsep,model dan teori,yang dapat memberi kontribusi bagi komunikasi.

KOMUNIKATOR

Komunikator adalah pihak yang mengirim pesan kepada khalayak komunikator pengirim, sumber, source, atau encoder. Syarat-syarat menjadi komunikator yang handal :

            1.       Mengenal diri sendiri
2.       Wilayah terbuka (mengenal kepribadian,kelebihan,kekurangan diri)
3.       Wilyah buta (tidak mengetahui kekurangan yang dilikinya malah sebalik nya kekurangan nya di ketahui oleh orang lain).
4.       Wilayah tersembunyi (kemampuan yang tidak di ketahui oleh orang lain). Dua konsep yang erat hubungan nya dengan wilayah tersembunyi :
a.  Over Disclose (terlalu banyak mengungkapkan sesuatu)
b. Under Discklose (sikap terlalu menyembunyikan sesuatu yang     seharusnya di kemukakan).

5.       Wilayah tidak di kenal(wilayah yang paling kritis dalam komunikasi)yakni selain diri kita yang tidak mengenal tapi juga orang lain yang tak mengenal diri kita.

            6.       Kepercayaan (credibility) kredibilitas adalah seperangkat persepsi tentang kelebihan yang dimiliki sumber sehingga di terimah atau di ikuti oleh khalayak (penerima).

             7.       Daya tarik(Attractiveness) daya tarik adalah salah satu faktor yang harus dimiliki seseorang  komunikator selain kredibilitas.Faktor daya tarik banyak berhasil tidak nya komunikasi.Daya tarik bisa hal nya dalam kesamaan,dikenal baik,di sukai dan fisik nya.

             8.       Kekuatan (power) kekuatan adalah kepercayaan diri yang harus di miliki seseorang komunikator jika ia ingin mempengaruhi orang lain.

PESAN (KODE PERBAL DAN NON VERBAL).

Dalam proses komunikasi, kita tidak lepas dari apa yang disebut dengan simbol dan kode. Simbol adalah sebuah lambang yang memiliki suatu objek. Dan kode adalah seperangkat simbol yang dikirm secara sistematis dan teratur sehingga memiliki arti. Contoh lampu pengatur yang dipinggir jalan (itu adalah simbol) sedangkan simbol warna yang terpasang dan tersusun secara teratur itu menjadi kode oleh pemakai jalan. Kode pada dasarnya dibedakan atas dua macam yakni kode verbal (bahasa) dan nonverbal (isyarat). Kode verbal (bahasa) memiliki banyak fungsi, sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungan nya dalam menciptakan komunikasi yang efektif.ketiga fungsi itu antara lain :

            1.       Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita

            2.       Untuk membina hubungan yang baik di antara manusia manusia

            3.       Untuk menciptakan ikatan dalam kehidupan manusia
Kode nonverbal dapat di kelompokkan dalam beberapa bentuk antara lain :

            1.       kinesis (gerakan badan)

            a.       Embles (isyarat berarti simbol yang langsung di gerakan badan)
            b.       Illustrators (isyarat gerakan badan untuk menjelaskan sesuatu)
            c.       affec discplays (dorongan emosional sehingga terpengaruh pada expresi muka)
d.       Regulators (gerakan tubuh pada daerah kepala)
e.       Adaptory (gerakan badan sebagai tanda jengkel)

2.       Eye gaze (gerakan mata).
3.       Touching (sentuhan)
a.       kinesthetic (bergandengan tangan)
b.       sociofugal (jabatan tangan/merangkul)
c.       Therma (sentuhan badan secara emosional secara tanda persahabatan) contoh menepuk                           punggu.
4.       Para language (isyarat yang di timbulkan dari tekanan/irama sehingga penerima dapat                             menerima dan dapat memahami sesuatu yang di balik apa yang di ucapkan)
5.       Diam
            6.       Fostur tubuh
7.       Kedekatan dan ruang (proximity and spatial) Proximiti (kode nonverbal yang menunjukan                          kedekatan dari dua objek yang mengandung arti).
8.       Artifak dan visualisasi Artifak adalah hasil kerajinan manusia,baik melekat pada diri                                  maupun  yang di tunjuk untuk kepentingan umum.
9.       Warna
           10.      Waktu
           11.      Bunyi
           12.      Bau

TEKNIK PENGELOLAHAN PESAN

1.       Penyusunan pesan yang bersifat informatif :

               a.  Space order (tempat/ ruang)
   b.  Time order (waktu/periode)
   c.   Reduktive order (bersifat umum pada yang khusus)
   d.   Induktive order (bersifat khusus ke umum)

2.       Penyusunan pesan yang bersifat persuasif.

                 a.   Fear appcal (menimbulkan rasa takut kepada khalayak)
     b.   Emosional appeal (mengunggah emosional khalayak)
     c.   Reward appeal (menawarkan janji)
     d    Motivational appeal (disusun secara psikologi).
     e.   Humorius Appeal ( menyusun pesan dengan teknik humor).

MEDIA

Media adalah alat atau sarana yang di gunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.Media yang ada dari sumber buku pengantar ilmu komunikasi ini media di golongkan menjadi atas empat macam,yakni media antar pribadi, media kelompok, media kelompok, media publik dan media massa.




1.       Media antar pribadi (perorangan) contoh:kurir, surat dan telpon.
2.       Media kelompok contoh : rapat,seminar dan konperensi
3.       Media publik (lebih dari 200 orang)  contoh rapat akbar dan rapat raksasa
4.       Media massa (Alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat komunikasi yang mekanis) contoh : Surat kabar, film, radio dan televisi.

Karakter dari media massa bersifat melembaga,satu arah,meluas, dan serempak,memakai peralatan teknis atau mekanis dan bersifat terbuka.






GANGGUAN DAN RINTANGAN KOMUNIKASI

1.       Gangguan teknis. Terjadi jika salah satu alat yang digunakan dalam berkomunikasi mengalami gangguan sehingga yang ditransmisi melalui siaran mengalami kerusakan.

2.       Gangguan semantik dan psikologis. Gangguan komunikasi yang disebabkan kesalahan pada bahasa yang digunakan.

3.       Rintangan fisik. Rintangan yang disebabkan karena kondisi geografis misalnya jarak jauh hingga sulit untuk di capai.

4.       Rintangan statusRintangan yang di sebabkan karena jarak sosial di antara peserta komunikasi, misalnya perbedaan antara senior dan junior atau atasan dengan bawahan.

5.       Rintangan kerangka berpikir. Rintangan yang disebabkan adanya perbedaan persepsi antara komunikator dan khalayak terhadap pesan yang digunakan dalam berkomunikasi.

6.       Rintangan budaya. Rintangan yang terjadi yang disebabkan karena perbedaan norma, kebiasaan, dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi.

PENERIMA

Penerima biasanya di sebut khalayak, saran, pembaca, pemirsa, audience, decoder, atau komunikan. Khalayak adalah salau satu aktor dari proses komunikasi. Ada 3 aspek yang perlu di ketahui seorang komunikator menyangkut khalayaknya yaitu :

1.                Aspek sosiodemografik
2.                Aspek psikologis
3.                Aspek karakteristik perilaku khalayak

PENGARUH

Pengaruh atau efek ialah perbedaan antara apa yang dipikirkan, disarankan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.

Pengaruh juga adalah salah satu elemen dalam komunikasi yang sangat penting untuk mengetahui berhasil tidaknya komunikasi yang kita inginkan.

PERKEMBANGAN TERAKHIR ILMU KOMUNIKASI

Meski praktik komunikasi retorika dan jurnalistik telah ada sejak zaman yunani, namun sebagai mata pelajaran di perguruan tinggi retorika baru di ajarkan disekolah Kathedral di Chatres pada abad ke-13.
Seperti yang telah di jelaskan dalam bab terdahulu, bahwa banyak ilmuwan telah tertarik untuk mempelajari studi komunikasi, sejalan dengan munculnya usaha de berbagai negara untuk mendirikan pendidikan tinggi komunikasi.

    Sedikit biodata saya:

  • Nama   : Samuel sondang raya.s
  • Tanggal lahir     : 07 mei 1995
  • Alamat             : komplek prumahan grya asri                                 gandus palembang.
  • No hp                : 08974483742
  • Jurusan              : komunikasi    
  •               Terimakasih, salam damai.